Random Post

Headlines News :
Iranian President Mahmoud Ahmadinejad will seek support from Latin America's leftist leaders on a tour starting....... Read Full Post
1 2 3 4 5 6

Israel Curigai Senjata Kimia Suriah

Written By DUNIA PELAJAR on Senin, 11 Juni 2012 | 23.27

YERUSALEM - Wakil Kepala Militer Israel memperingatkan bahwa pasokan senjata kimia milik Suriah bisa menjadi ancaman bagi Israel. Menurut Mayor Jenderal Yair Naveh, Suriah bisa menjadikan Israel sebagai target latihan serangannya.

"Suriah memiliki senjata kimia terbesar di dunia. Bila memang memiliki kesempatan, mereka akan mengancam kami seperti halnya mengancam rakyatnya sendiri," ujar Mayjen Naveh, seperti dikutipAssociated Press, Senin (11/6/2012).

Belum jelas mengenai kebenaran dari kepemilikan senjata kimia oleh Suriah. Hingga saat ini Suriah tidak mengumumkan jumlah senjata kimia mereka, jadi jumlah pastinya tidak diketahui.

Tetapi Israel mengkhawatirkan keberadaan senjata kimia yang tidak jelas keberadaannya ini. Mereka takut bila senjata itu jatuh ke tangan militan anti-Israel, bila pada saatnya nanti rezim Presiden Bashar Al-Assad lengser.

Israel selama ini memang memperhatikan krisis yang terus berkembang di Suriah. Kedua negara tersebut sebelumnya sempat terlibat dalam perang besar dan beberapa kali berusaha berdamai, namun berakhir dengan kegagalan. 

Suriah pun memiliki ikatan kuat dengan Iran yang notabene adalah musuh yang paling ditakuti oleh Israel. Tidak hanya Israel, para militan di Lebanon yang memiliki kaitan dengan Suriah juga menjadi pihak yang menjadi ancaman bagi Israel.

Saat ini kondisi di suriah makin parah. Dunia internasional makin tidak sabar dengan aksi pembantaian yang menewaskan banyak warga sipil. Beberapa negara Barat bahkan sudah mengusir duta besar Suriah yang bertugas di negara mereka, sebagai tanda protes.

Israel Curigai Senjata Kimia Suriah

YERUSALEM - Wakil Kepala Militer Israel memperingatkan bahwa pasokan senjata kimia milik Suriah bisa menjadi ancaman bagi Israel. Menurut Mayor Jenderal Yair Naveh, Suriah bisa menjadikan Israel sebagai target latihan serangannya.

"Suriah memiliki senjata kimia terbesar di dunia. Bila memang memiliki kesempatan, mereka akan mengancam kami seperti halnya mengancam rakyatnya sendiri," ujar Mayjen Naveh, seperti dikutipAssociated Press, Senin (11/6/2012).

Belum jelas mengenai kebenaran dari kepemilikan senjata kimia oleh Suriah. Hingga saat ini Suriah tidak mengumumkan jumlah senjata kimia mereka, jadi jumlah pastinya tidak diketahui.

Tetapi Israel mengkhawatirkan keberadaan senjata kimia yang tidak jelas keberadaannya ini. Mereka takut bila senjata itu jatuh ke tangan militan anti-Israel, bila pada saatnya nanti rezim Presiden Bashar Al-Assad lengser.

Israel selama ini memang memperhatikan krisis yang terus berkembang di Suriah. Kedua negara tersebut sebelumnya sempat terlibat dalam perang besar dan beberapa kali berusaha berdamai, namun berakhir dengan kegagalan. 

Suriah pun memiliki ikatan kuat dengan Iran yang notabene adalah musuh yang paling ditakuti oleh Israel. Tidak hanya Israel, para militan di Lebanon yang memiliki kaitan dengan Suriah juga menjadi pihak yang menjadi ancaman bagi Israel.

Saat ini kondisi di suriah makin parah. Dunia internasional makin tidak sabar dengan aksi pembantaian yang menewaskan banyak warga sipil. Beberapa negara Barat bahkan sudah mengusir duta besar Suriah yang bertugas di negara mereka, sebagai tanda protes.

Israel Khawatir Suriah Persenjatai Hizbullah

YERUSALEM - Israel khawatir bahwa Pemerintah Suriah akan mempersenjatai kelompok Hizbullah Lebanon demi membantu mereka menjaga kelangsungan rezim Presiden Bashar al-Assad. Hal ini diutarakan oleh Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak.

"Israel saat ini tengah mengamati dengan seksama perkembangan yang terjadi di Suriah serta kemungkinan bahwa rezim Suriah akan mempersenjatai Hizbullah," ujar Barak yang dikutip Jpost Selasa, (12/6/2012).

Barak pun menegaskan, dirinya tidak meragukan bahwa rezim Suriah pimpinan Assad akan segera jatuh. Namun, ditambahkan Barak akan sangat sulit untuk memprediksikan apa yang akan terjadi.

"Akan tiba waktunya bagi rezim Suriah untuk tumbang dan kita akan menyaksikan ini. Namun, pada akhirnya sangat sulit untuk memprediksikan apa yang akan terjadi di Suriah," tutur Barak.

Menurut Barak, tidak butuh seorang analis atau pun laporan intelijen untuk memaparkan apa yang saat ini tengah terjadi di Suriah. "Kita cukup menonton televisi saja. Keluarga Assad jelas tengah melakukan pembantaian terhadap rakyatnya. Hal ini terjadi atas dukungan Hizbullah dan Iran. Sementara dunia hanya bisa diam," ujar Barak.

Sebelumnya, Wakil Kepala Militer Israel Mayor Jenderal Yair Naveh telah memperingatkan bahwa pasokan senjata kimia milik Suriah dapat menjadi ancaman bagi Israel. Menurut Mayjen Naveh, Suriah memiliki senjata kimia terbesar di dunia dan akan menjadikan Negeri Yahudi itu sebagai sasaran latihannya.

Meski demikian belum dapat dikonfirmasi terkait kebenaran dari kepemilikan senjata kimia oleh Suriah ini.

Israel Tidak Akan Terima Pengungsi Suriah

YERUSALEM - Israel tidak akan menerima kedatangan pengungsi dari Syriah. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai.

"Israel tidak dapat membiarkan wilayahnya dibanjiri dengan pengungsi dan penyusup," ujar Yishai, dalam sebuah wawancara dengan radio Israel, yang dikutip Jpost, Senin, (11/6/2012).

Selama ini, Israel diketahui memberikan dukungan atas pemberontakan yang dilakukan oposisi Suriah. Negeri Yahudi itu pun berpendapat rezim Suriah dibawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad, merupakan pendukung utama kelompok Hizbullah.

Selama tindak kekerasan mematikan terus menerus terjadi di Suriah, puluhan ribu warga Suriah kabarnya telah menyebrangi perbatasan menuju Turki. Pemerintah Turki pun kabarnya menyambut kedatangan para pengungsi Suriah ini dengan tangan terbuka dimana para pengungsi disediakan tenda serta berbagai perlengkapan lainnya.

Hingga saat ini, kekerasan yang melanda Suriah belum juga berakhir menyusul gencatan senjata yang gagal dilakukan kedua belah pihak yakni antara pemerintah Suriah dan oposisi.

Kekerasan Suriah tidak hanya meningkatkan jumlah korban jiwa. Aksi kekerasan ini juga  memicu kekhawatiran dari sejumlah negara-negara tetangga, bahwa kekerasan akan meluas hingga ke wilayah mereka.

PM Turki Bantu Teroris Suriah bersama CIA

ANKARA - Anggota Parlemen Turki dari Partai Republik Rakyat (CHP), Rafiq Irlmaz, mengklaim, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mendanai operasi rahasia yang digelar Amerika Serikat (AS) di Suriah. Operasi rahasia itu diduga melibatkan Dinas Intelijen AS (CIA).

Irlmaz mengatakan, AS tengah meningkatkan serangan teror yang menyebabkan tewasnya ratusan warga sipil Suriah yang tidak berdosa. Irlmaz mengklaim, operasi teror yang digelar AS dibantu oleh Erdogan. Demikian, seperti diberitakan Syrian Arab News Agency, Selasa (12/6/2012).

Sejauh ini, Erdogan sering melontarkan kecaman-kecaman pedasnya terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad. Meski kedua petinggi negara itu sempat menjadi mitra, Erdogan tampaknya mendukung Barat dalam isu Suriah.

Negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) itu turut bertindak dan melindungi warga-warga Suriah penentang Assad di wilayah perbatasan. Tudingan keterlibatan Turki dalam perang internal Suriah bukanlah hal baru. Turki pun sempat memfasilitasi sebuah konferensi yang digelar oleh sejumlah pejabat oposisi Suriah.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dan mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Kofi Annan baru saja mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan isu Suriah. Annan pun menegaskan kembali,  tidak ada perkembangan di Suriah, tindakan represi brutal, pembantaian, kekerasan sektarian, dan perang saudara akan terjadi. Seluruh fraksi di Suriah akan mengalami kekalahan.

Di tengah memanasnya krisis Suriah, AS pun menuding negara tersebut menggunakan taktik baru untuk menghabisi oposisinya. Suriah dikabarkan menggunakan helikopter dan menembaki pasukan oposisi yang bersembunyi di wilayahnya yang sudah terkepung.

PBB: Anak-Anak Suriah Dijadikan Tameng Hidup

DAMASKUS - Laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kekejaman yang terjadi menunjukan fakta mengejutkan. PBB melaporkan anak-anak Suriah dijadikan tameng hidup oleh pihak militer.

"Pasukan Suriah menyiksa anak-anak, mengeksekusi mereka dan menggunakan anak-anak berusia delapan tahun sebagai tameng hidup, saat operasi militer Suriah melawan pihak oposisi," menurut laporan PBB, seperti dikutip AFP, Selasa (12/6/2012).

"PBB menganggap Pemerintah Suriah sebagai pelanggar paling buruk, dalam daftar tahunan kami. Konflik di Suriah sudah menyebabkan anak-anak terbunuh, disiksa dan dari mereka ada yang dipaksa untuk turut serta berperang," imbuh laporan tersebut.

Kelompok pemerhati HAM memperkirakan sekira 1.200 anak-anak selama konflik yang terjadi 15 bulan. Perlawanan pihak oposisi terhadap Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, hingga saat ini masih terus terjadi. Sementara tanggapan dari Assad atas perlawanan tersebut, terus dikecam oleh dunia internasional.

Kecaman keras dilayangkan oleh Amerika Serikat (AS) yang menuduh Pemerintah Suriah menggunakan taktik kejam ke arah warga sipilnya. Pihak Kementerian Luar Negeri AS pun mengkhawatiran Suriah tengah mempersiapkan pembantaian terbaru.

"Ada laporan bahwa rezim (Assad) kemungkinan besar tengah mengatur pembantaian baru di Provinsi Latakhia. Di wilayah ini, pengawas dari PBB dilarang masuk. Korban jiwa kemungkinan besar akan jatuh banyak," tutur juru bicara Kemlu AS Victoria Nuland. 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mendesak penghentian dari kekerasan yang terjadi di Suriah. Ban juga meminta negara-negara yang memiliki pengaruh besar, untuk membujuk pihak-pihak yang berseteru mampu menahan diri.

Pengawas PBB yang masih berada di Suriah melaporkan terjadinya peningkatan konfrontasi bersenjata antara pemerintah dan pasukan oposisi. Konfrontasi ini terus menyebabkan jatuhnya korban dari warga sipil.

World News

Most Comments
Recent Post
Popular News
Sport News
More Article »
Health
More Article »
Entertainment
More Article »

Fakta

Entertainmet

In sleep he sang to me In dreams he came That voice which calls to me And speaks my name And do I dream again For now I find The Phantom of the opera is there Inside my mind In sleep he sang to me In dreams he came That voice which calls to me And speaks my name ... Read more
In sleep he sang to me In dreams he came That voice which calls to me And speaks my name And do I dream again For now I find The Phantom of the opera is there Inside my mind In sleep he sang to me In dreams he came That voice which calls to me And speaks my name ... Read more
1 2 3 4 5 6 7

World News

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kelinci Percobaan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger